Jakarta, 13 Mei 2026 – Aparat kepolisian berhasil menangkap komplotan begal bersenjata tajam yang selama ini meresahkan masyarakat di kawasan terowongan wilayah Deli Serdang, Sumatera Utara. Kelompok tersebut diduga kerap melakukan aksi perampasan terhadap pengendara yang melintas pada malam hari. Dari hasil pemeriksaan awal, polisi mengungkap bahwa uang hasil kejahatan digunakan para pelaku untuk membeli narkotika jenis sabu.
Penangkapan dilakukan setelah aparat menerima banyak laporan dari warga mengenai aksi kriminal yang terjadi di kawasan terowongan yang dikenal cukup sepi dan minim penerangan pada waktu tertentu. Polisi kemudian melakukan penyelidikan dan patroli intensif sebelum akhirnya berhasil mengidentifikasi serta menangkap para pelaku di lokasi berbeda. Dalam operasi tersebut, aparat turut mengamankan sejumlah barang bukti termasuk senjata tajam yang diduga digunakan saat melakukan aksi pembegalan.
Menurut keterangan kepolisian, komplotan tersebut biasanya mengincar pengendara motor yang melintas sendirian, terutama pada malam hingga dini hari. Pelaku diduga menghentikan korban dengan ancaman senjata tajam sebelum merampas kendaraan maupun barang berharga milik korban. Modus kekerasan yang digunakan membuat masyarakat sekitar merasa takut untuk melintas di kawasan tersebut pada jam-jam rawan.
Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan sebagian uang hasil kejahatan dipakai untuk membeli sabu dan memenuhi kebutuhan konsumsi narkoba para pelaku. Polisi menilai keterkaitan antara penyalahgunaan narkotika dan tindak kriminal jalanan masih menjadi persoalan serius di berbagai daerah. Banyak pelaku kejahatan nekat melakukan aksi kriminal karena pengaruh kecanduan narkoba dan kebutuhan memperoleh uang secara cepat untuk membeli barang haram tersebut.
Pengamat kriminalitas menilai kawasan minim penerangan dan akses pengawasan yang terbatas memang sering menjadi titik rawan kejahatan jalanan. Terowongan, jalan sepi, dan jalur penghubung antardaerah sering dimanfaatkan pelaku karena dianggap memudahkan mereka melarikan diri setelah melakukan aksi. Karena itu, peningkatan patroli polisi, pemasangan kamera pengawas, dan perbaikan penerangan jalan dinilai penting untuk menekan angka kriminalitas.
Warga sekitar mengaku lega setelah komplotan tersebut berhasil ditangkap karena selama beberapa waktu terakhir kawasan terowongan menjadi lokasi yang cukup ditakuti pengendara. Banyak masyarakat memilih menghindari jalur tersebut pada malam hari karena khawatir menjadi korban begal. Beberapa warga juga berharap pemerintah daerah segera meningkatkan fasilitas keamanan dan penerangan di lokasi agar situasi menjadi lebih aman.
Pihak kepolisian menyatakan masih mendalami kemungkinan adanya pelaku lain yang terlibat dalam jaringan tersebut. Aparat juga terus menelusuri apakah kelompok itu terhubung dengan kasus kriminal serupa yang sebelumnya terjadi di wilayah sekitar Deli Serdang. Polisi memastikan patroli keamanan akan terus ditingkatkan untuk mencegah munculnya kembali aksi begal yang meresahkan masyarakat.
Kasus ini kembali menjadi pengingat bahwa persoalan kriminalitas jalanan dan penyalahgunaan narkoba sering saling berkaitan dan membutuhkan penanganan serius dari berbagai pihak. Selain penegakan hukum, upaya pencegahan melalui pengawasan lingkungan, edukasi bahaya narkoba, dan peningkatan keamanan wilayah dinilai sangat penting agar masyarakat dapat merasa lebih aman dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.








