Medan, 30 Juli 2026 – Mantan pejabat Pemerintah Kota Medan, Benny Iskandar, dituntut hukuman lima tahun penjara dalam perkara dugaan korupsi kegiatan Medan Fashion Festival. Tuntutan tersebut disampaikan dalam proses persidangan setelah jaksa memaparkan rangkaian fakta dan pertimbangan hukum yang menjadi dasar tuntutan terhadap terdakwa. Perkara ini menjadi perhatian karena berkaitan dengan penggunaan anggaran pemerintah untuk penyelenggaraan sebuah kegiatan yang seharusnya mendukung promosi serta perkembangan sektor kreatif di Kota Medan. Proses hukum terhadap Benny kini memasuki tahapan penting menjelang putusan majelis hakim. Vonis nantinya akan ditentukan berdasarkan fakta persidangan, alat bukti, serta pertimbangan hukum majelis.
Dalam tuntutannya, jaksa menilai perbuatan yang didakwakan kepada Benny memenuhi unsur tindak pidana korupsi sebagaimana konstruksi perkara yang dibawa ke persidangan. Hukuman lima tahun penjara menjadi bentuk pertanggungjawaban yang diminta penuntut umum setelah mempertimbangkan rangkaian pemeriksaan selama persidangan. Selain pidana badan, perkara korupsi pada umumnya juga dapat berkaitan dengan konsekuensi finansial sesuai dakwaan, tuntutan, dan peran masing-masing terdakwa. Majelis hakim akan menilai seluruh argumentasi sebelum menentukan apakah tuntutan tersebut diterima seluruhnya atau menghasilkan putusan berbeda. Sampai terdapat putusan berkekuatan hukum tetap, proses hukum tetap harus menghormati hak terdakwa sesuai ketentuan.
Medan Fashion Festival pada dasarnya merupakan kegiatan yang berkaitan dengan pengembangan dan promosi sektor fashion serta ekonomi kreatif. Program pemerintah semacam ini menggunakan anggaran yang harus dikelola berdasarkan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan manfaat bagi masyarakat. Persoalan hukum muncul ketika pelaksanaan anggaran diduga tidak berjalan sesuai ketentuan dan menimbulkan kerugian keuangan negara. Pemeriksaan kemudian tidak hanya melihat apakah sebuah acara benar-benar diselenggarakan, tetapi juga bagaimana anggaran direncanakan, digunakan, dan dipertanggungjawabkan. Dokumen kontrak, pembayaran, laporan kegiatan, serta proses pengadaan dapat menjadi bagian penting dalam pembuktian.
Kasus ini sekaligus memperlihatkan bahwa kegiatan pemerintah di sektor kreatif tetap membutuhkan pengawasan keuangan yang sama ketatnya dengan program pembangunan lainnya. Karakter acara yang melibatkan berbagai kebutuhan, mulai dari produksi panggung hingga jasa pendukung, dapat menghasilkan banyak komponen pengeluaran. Setiap komponen harus memiliki dasar anggaran dan bukti pelaksanaan yang dapat diverifikasi. Perubahan kebutuhan selama persiapan juga harus dicatat melalui mekanisme yang sesuai aturan. Tanpa tata kelola yang kuat, kegiatan dengan banyak penyedia dan transaksi dapat memiliki celah penyimpangan.
Posisi Benny sebagai mantan pejabat Pemkot Medan membuat aspek kewenangan menjadi bagian penting dalam melihat perkara tersebut. Pejabat yang terlibat dalam pengelolaan program pemerintah memiliki tanggung jawab memastikan penggunaan anggaran sesuai ketentuan dan tujuan yang telah ditetapkan. Persidangan diperlukan untuk menguji sejauh mana kewenangan tersebut digunakan dan bagaimana keterkaitannya dengan dugaan penyimpangan yang didakwakan. Jaksa membawa bukti dan keterangan saksi untuk mendukung dakwaan, sedangkan terdakwa serta penasihat hukum memiliki kesempatan memberikan pembelaan. Mekanisme tersebut menjadi dasar bagi majelis hakim dalam membentuk kesimpulan.
Setelah tuntutan disampaikan, terdakwa memiliki ruang menyampaikan pembelaan atau pleidoi sesuai tahapan persidangan. Penuntut umum dapat memberikan tanggapan, kemudian pihak terdakwa juga memiliki kesempatan merespons sebelum pemeriksaan perkara menuju putusan. Majelis hakim tidak terikat untuk menjatuhkan hukuman sama persis dengan tuntutan jaksa. Putusan dapat lebih ringan, sama, atau berbeda berdasarkan penilaian terhadap fakta dan ketentuan hukum yang diterapkan. Karena itu, tuntutan lima tahun belum merupakan hukuman final terhadap Benny.
Perkara Medan Fashion Festival dapat menjadi bahan evaluasi bagi pengelolaan kegiatan berbasis anggaran publik di lingkungan pemerintah daerah. Pengawasan seharusnya dimulai sejak tahap perencanaan, penyusunan anggaran, pemilihan penyedia, pelaksanaan kegiatan, hingga penyelesaian laporan pertanggungjawaban. Sistem dokumentasi yang jelas dapat membantu mendeteksi perbedaan antara rencana dan realisasi lebih cepat. Pengawasan internal juga perlu memiliki kemampuan memeriksa kewajaran harga dan kesesuaian pekerjaan dengan kontrak. Pencegahan sejak awal dapat mengurangi risiko persoalan hukum sekaligus memastikan anggaran benar-benar menghasilkan manfaat.
Tuntutan lima tahun penjara terhadap Benny Iskandar menjadi perkembangan penting dalam perkara dugaan korupsi Medan Fashion Festival. Perhatian berikutnya tertuju pada pembelaan terdakwa serta putusan yang akan dijatuhkan majelis hakim setelah seluruh tahapan persidangan selesai. Di luar pertanggungjawaban individu, perkara ini membawa pesan mengenai pentingnya tata kelola anggaran yang transparan dalam setiap kegiatan pemerintah, termasuk program di sektor fashion dan ekonomi kreatif. Dana publik harus dapat ditelusuri penggunaannya dan dipertanggungjawabkan berdasarkan hasil yang benar-benar dilaksanakan. Putusan pengadilan nantinya akan menentukan pertanggungjawaban hukum Benny berdasarkan fakta yang telah diuji selama persidangan.






