Jakarta, 9 Mei 2026 – Sebuah kasus dugaan penipuan dengan modus mengaku sebagai anggota Brimob viral di media sosial setelah seorang pria diduga membawa kabur sepeda motor milik pemilik bengkel di Kota Medan.
Peristiwa tersebut ramai diperbincangkan setelah rekaman video dan cerita korban menyebar luas di internet. Dalam kejadian itu, pelaku disebut datang ke bengkel dengan mengaku sebagai anggota Brimob yang sedang ingin memperbaiki mobil milik komandannya.
Menurut keterangan korban, pria tersebut awalnya bersikap meyakinkan dan berbicara layaknya aparat resmi sehingga membuat pemilik bengkel tidak menaruh curiga.
Pelaku kemudian meminta bantuan meminjam sepeda motor dengan alasan tertentu saat proses perbaikan kendaraan berlangsung.
Karena percaya terhadap identitas yang disampaikan pelaku, korban akhirnya meminjamkan motornya. Namun setelah motor dibawa pergi, pelaku tidak kembali dan sulit dihubungi.
Korban yang merasa tertipu akhirnya melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian dan membagikan informasi di media sosial agar masyarakat lebih waspada terhadap modus serupa.
Kasus itu langsung menarik perhatian publik karena pelaku diduga memanfaatkan nama institusi aparat untuk mendapatkan kepercayaan korban.
Pengamat keamanan sosial menjelaskan bahwa modus mengaku sebagai anggota aparat atau pejabat masih sering digunakan pelaku penipuan karena dinilai efektif membuat korban merasa yakin dan tidak curiga.
Masyarakat diimbau lebih berhati-hati terhadap orang yang mengaku berasal dari institusi tertentu tanpa menunjukkan identitas resmi yang jelas.
Pihak kepolisian disebut telah menerima laporan korban dan mulai melakukan penyelidikan untuk mengidentifikasi keberadaan pelaku.
Selain memeriksa keterangan saksi, aparat juga menelusuri rekaman kamera pengawas di sekitar lokasi bengkel guna membantu proses pencarian.
Pengamat hukum menilai penggunaan identitas palsu yang mengatasnamakan aparat dapat dikenakan sanksi pidana karena selain merugikan korban juga mencoreng nama institusi resmi.
Kasus tersebut kembali menjadi pengingat penting bagi masyarakat agar tidak mudah memberikan pinjaman kendaraan atau barang berharga kepada orang yang baru dikenal meski mengaku memiliki latar belakang tertentu.
Warga juga diminta segera melapor kepada aparat apabila menemukan aktivitas mencurigakan atau dugaan penipuan dengan modus serupa di lingkungan sekitar.






