Gowa, 22 September 2026 – Persoalan sampah melanda Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, setelah 27 kendaraan pengangkut milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) berhenti beroperasi. Puluhan armada tersebut tidak dapat menjalankan aktivitas pengangkutan akibat terkendala pasokan bahan bakar minyak jenis solar. Kondisi itu membuat sampah terus menumpuk di sejumlah titik pelayanan, terutama Kecamatan Somba Opu dan Pallangga. Tumpukan sampah bahkan terlihat meluber hingga sebagian badan jalan dan menimbulkan bau menyengat. Situasi tersebut mulai mengganggu kenyamanan masyarakat di kawasan yang terdampak.
Armada pengangkut sampah diketahui tidak beroperasi sejak pertengahan September 2026 karena SPBU yang menjadi mitra tidak lagi memberikan pasokan solar. Kondisi tersebut berkaitan dengan pembayaran biaya BBM yang belum seluruhnya diselesaikan. Keterlambatan pembayaran terjadi di tengah proses administrasi dan pergantian pimpinan satuan kerja perangkat daerah. Akibatnya, kendaraan yang seharusnya setiap hari berkeliling mengambil sampah harus tetap berada di tempat. Warga pun mulai mengeluhkan sampah rumah tangga yang tidak kunjung diangkut.
Dalam kondisi normal, DLH Gowa menangani hampir 200 ton sampah setiap hari dari berbagai wilayah pelayanan. Ketika 27 armada berhenti beroperasi selama beberapa hari, volume sampah yang tidak terangkut dengan cepat meningkat. Sejumlah titik di Somba Opu dan Pallangga menjadi lokasi dengan penumpukan paling terlihat. Sampah rumah tangga menumpuk di sekitar kontainer hingga berceceran ke pinggir jalan. Kondisi tersebut dikhawatirkan menimbulkan persoalan kebersihan dan kesehatan apabila tidak segera ditangani.
Persoalan operasional armada berkaitan dengan kewajiban pembayaran BBM yang nilainya mencapai sekitar Rp200 juta untuk periode satu bulan. DLH Gowa telah melakukan komunikasi dengan pihak SPBU agar pasokan solar dapat kembali diberikan kepada armada pengangkut. Skema pembayaran secara bertahap juga telah dibicarakan untuk mempercepat penyelesaian tunggakan. Sebagian pembayaran disebut telah memasuki proses pencairan, sementara pembayaran berikutnya masih menunggu penyelesaian administrasi. Pemerintah daerah berharap proses tersebut segera selesai sehingga kendaraan dapat kembali beroperasi.
Masalah sampah di Gowa semakin rumit karena akses menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Caddika di Kecamatan Bajeng juga mengalami kendala. Sebagian akses menuju lokasi sempat ditutup berkaitan dengan persoalan pembayaran dan status lahan milik warga. Kondisi tersebut membuat armada tetap menghadapi hambatan meskipun persoalan pasokan BBM nantinya dapat diselesaikan. Pemerintah Kabupaten Gowa kemudian melakukan koordinasi dengan pemilik lahan sekaligus menyiapkan akses alternatif menuju kawasan TPA. Penyelesaian persoalan tersebut diperlukan agar proses pengangkutan hingga pembuangan akhir dapat kembali berjalan normal.
Penumpukan sampah telah terlihat di berbagai ruas jalan, termasuk kawasan sekitar Sungguminasa dan jalur menuju Pallangga. Warga berharap pemerintah segera mengembalikan pelayanan pengangkutan karena sampah terus bertambah setiap hari. Selain menimbulkan bau tidak sedap, sampah yang meluber ke badan jalan juga dapat mengganggu pengguna jalan dan memperburuk kebersihan lingkungan. Risiko gangguan kesehatan turut meningkat apabila sampah dibiarkan terlalu lama dalam kondisi terbuka. Pemerintah daerah karena itu didorong mempercepat penyelesaian persoalan administratif yang menghambat pelayanan.
DLH Gowa kini berupaya menyelesaikan dua persoalan utama secara bersamaan, yakni pembayaran BBM dan akses menuju TPA Caddika. Koordinasi dengan bagian keuangan daerah, pihak SPBU, serta pemilik lahan terus dilakukan agar pengangkutan sampah dapat segera dipulihkan. Setelah pasokan solar tersedia, puluhan armada diharapkan langsung dikerahkan untuk membersihkan tumpukan sampah di titik-titik prioritas. Volume yang telah menumpuk selama beberapa hari membuat proses normalisasi kemungkinan membutuhkan waktu dan pengangkutan secara bertahap. Pemulihan operasional 27 truk menjadi langkah utama untuk mengembalikan pelayanan kebersihan di Kabupaten Gowa.







