Jakarta, 14 Mei 2026 – Seorang istri pemilik bengkel di Sumatera Utara mengaku kehilangan sejumlah perhiasan emas setelah rumahnya didatangi enam pria yang disebut mengaku sebagai anggota kepolisian. Peristiwa tersebut kini menjadi perhatian publik setelah korban melaporkan adanya dugaan penggeledahan dan kehilangan barang berharga usai kedatangan rombongan pria tersebut.
Menurut keterangan korban, peristiwa itu terjadi saat beberapa pria datang dan memperkenalkan diri sebagai aparat kepolisian. Mereka disebut melakukan pemeriksaan dan penggeledahan di lokasi sebelum akhirnya meninggalkan tempat. Setelah kejadian tersebut, korban mengaku baru menyadari bahwa sejumlah perhiasan emas miliknya tidak lagi berada di tempat penyimpanan.
Kasus tersebut kemudian dilaporkan kepada pihak berwenang. Menanggapi laporan itu, pihak Polda Sumatera Utara menyarankan agar korban terlebih dahulu melapor ke Divisi Profesi dan Pengamanan atau Propam untuk memastikan identitas serta dugaan keterlibatan oknum apabila memang ada anggota kepolisian yang terlibat dalam kejadian tersebut.
Polda Sumut menegaskan bahwa setiap dugaan pelanggaran yang melibatkan anggota kepolisian akan diproses sesuai aturan yang berlaku. Aparat juga menyebut pentingnya pemeriksaan internal untuk memastikan apakah para pria yang datang benar merupakan anggota polisi atau justru pihak lain yang mengatasnamakan aparat untuk melakukan tindakan melanggar hukum.
Kasus orang yang mengaku sebagai aparat keamanan untuk melakukan penipuan maupun penggeledahan ilegal memang beberapa kali terjadi di berbagai daerah. Modus tersebut sering dimanfaatkan pelaku untuk menimbulkan rasa takut sehingga korban tidak sempat melakukan verifikasi identitas ataupun meminta dokumen resmi terkait pemeriksaan yang dilakukan.
Pengamat hukum mengingatkan masyarakat agar selalu memastikan legalitas setiap tindakan aparat, termasuk meminta surat tugas dan identitas resmi apabila ada pemeriksaan atau penggeledahan. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah penyalahgunaan nama institusi oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
Di sisi lain, kasus ini juga kembali menyoroti pentingnya pengawasan terhadap integritas aparat penegak hukum. Banyak pihak berharap proses pemeriksaan dilakukan secara transparan agar masyarakat memperoleh kepastian mengenai siapa pihak yang sebenarnya terlibat dalam dugaan penggeledahan tersebut.
Polda Sumut memastikan akan menindaklanjuti laporan korban sesuai prosedur yang berlaku. Publik kini menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui fakta sebenarnya di balik dugaan penggeledahan dan hilangnya perhiasan emas yang menjadi sorotan masyarakat tersebut.







