Parepare, 19 September 2026 – Persita Tangerang bertekad melanjutkan tren positif ketika menghadapi PSM Makassar pada pekan ketiga BRI Super League 2026/2027. Pertandingan tersebut dijadwalkan berlangsung di Stadion Gelora B.J. Habibie, Parepare, Sabtu, 19 September 2026, pukul 15.30 WIB atau 16.30 WITA. Pelatih Persita Carlos Pena menilai hasil pada pertandingan sebelumnya memberikan tambahan kepercayaan diri bagi skuad Pendekar Cisadane. Meski demikian, ia tidak ingin para pemain terlena karena pertandingan melawan PSM menghadirkan tantangan yang berbeda. Persita datang ke Parepare dengan modal empat poin dari dua pertandingan awal musim. Pena berharap momentum tersebut dapat dipertahankan ketika timnya menghadapi tekanan dari tuan rumah.
Persita sebelumnya meraih kemenangan dramatis 3-2 pada pertandingan pekan kedua. Hasil tersebut menjadi kemenangan perdana Pendekar Cisadane pada kompetisi musim ini setelah sebelumnya memperoleh hasil imbang pada pertandingan pembuka. Kemenangan itu menjadi modal penting bagi Persita untuk membangun kepercayaan diri dalam proses membentuk tim di bawah arahan Pena. Namun, pelatih asal Spanyol tersebut mengingatkan bahwa tiga poin dari pertandingan sebelumnya tidak memberikan jaminan apa pun ketika menghadapi PSM. Ia meminta para pemain kembali memulai pertandingan dengan konsentrasi penuh dan tidak membawa rasa puas berlebihan. Menurut Pena, setiap pertandingan memiliki karakter dan tantangan berbeda sehingga Persita harus kembali menunjukkan performa terbaiknya.
Pena secara khusus meminta anak asuhnya mewaspadai motivasi PSM yang belum memperoleh kemenangan dalam dua pertandingan awal. Juku Eja mengawali musim dengan kekalahan 1-3 dari Persib Bandung sebelum bermain imbang 3-3 menghadapi Arema FC. Hasil tersebut membuat PSM mengumpulkan satu poin dan berada di bawah Persita dalam klasemen sementara. Kendati demikian, Pena menilai catatan tersebut tidak mencerminkan sepenuhnya kualitas permainan PSM. Ia melihat tim asal Sulawesi Selatan tersebut tetap mampu memainkan sepak bola yang baik dan berpotensi menyulitkan lawan. Terlebih PSM akan bermain di hadapan pendukung sendiri sehingga motivasi untuk memperoleh kemenangan perdana diperkirakan semakin besar.
Persita sendiri memiliki catatan positif ketika menghadapi PSM pada musim sebelumnya. Dalam dua pertemuan terakhir di kompetisi, Pendekar Cisadane selalu berhasil mengalahkan Juku Eja. Persita lebih dahulu menang 2-1 pada pertemuan di kandang sendiri sebelum kembali mengalahkan PSM 4-2 di Stadion Gelora B.J. Habibie pada 2 Maret 2026. Catatan tersebut memberikan pengalaman positif bagi sebagian pemain Persita yang kembali datang ke Parepare. Namun, Pena tidak ingin menjadikan rekor pertemuan sebelumnya sebagai ukuran utama untuk pertandingan kali ini. Menurutnya, kedua tim telah mengalami perubahan dalam komposisi pemain maupun staf kepelatihan sehingga situasi musim ini tidak dapat disamakan dengan sebelumnya.
Perubahan komposisi tersebut membuat Pena lebih memilih berfokus pada kondisi terkini kedua tim. Persita memasuki musim baru dengan sejumlah pemain berbeda dan terus berusaha membangun pemahaman antarlini. PSM juga mengalami perubahan dengan kehadiran pelatih Darije Kalezic serta sejumlah pemain baru. Pena menilai sepak bola harus dilihat berdasarkan kondisi saat ini dan bukan hanya berpatokan pada hasil pertemuan masa lalu. Karena itu, kemenangan dua kali atas PSM pada musim sebelumnya tidak membuat Persita merasa memiliki keuntungan mutlak. Pendekar Cisadane tetap harus bekerja keras apabila ingin kembali membawa pulang poin dari Stadion Gelora B.J. Habibie.
Di kubu tuan rumah, PSM memiliki pekerjaan rumah terutama pada sektor pertahanan setelah kebobolan enam gol dalam dua pertandingan pertama. Darije Kalezic mengakui timnya terlalu banyak kemasukan gol dan menyoroti masalah ketika menghadapi situasi transisi. Selain memperbaiki pertahanan, PSM juga berusaha meningkatkan efektivitas penyelesaian peluang agar dapat mengubah momentum pertandingan menjadi gol. Hasil imbang 3-3 melawan Arema FC menunjukkan Juku Eja mampu mencetak gol, tetapi masih membutuhkan keseimbangan lebih baik antara menyerang dan bertahan. Kondisi tersebut menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan Persita karena tuan rumah memiliki motivasi besar untuk memperbaiki hasil. PSM akan berusaha memanfaatkan pertandingan kandang untuk mendapatkan kemenangan pertamanya pada musim 2026/2027.
Persita juga memiliki alasan untuk merasa nyaman bermain di Stadion Gelora B.J. Habibie. Pena memberikan penilaian positif terhadap kualitas rumput stadion yang menurutnya dapat mendukung aliran bola dan permainan tim. Kondisi lapangan yang baik diharapkan memungkinkan Persita menjalankan rencana permainan secara maksimal. Meski demikian, faktor lapangan bukan satu-satunya hal yang akan menentukan hasil pertandingan. Persita tetap harus menghadapi tekanan PSM yang bermain di kandang dan membutuhkan kemenangan. Pena meminta para pemain mempertahankan kepercayaan diri dari pertandingan sebelumnya tanpa kehilangan kewaspadaan sepanjang laga. Target membawa pulang poin penuh hanya dapat dicapai apabila Persita mampu mempertahankan konsentrasi hingga pertandingan berakhir.
Dari sisi klasemen sementara, Persita memasuki pertandingan pekan ketiga dengan koleksi empat poin dari dua laga. Jumlah tersebut membuat Pendekar Cisadane berada di papan atas sementara dan belum mengalami kekalahan pada awal kompetisi. PSM sebaliknya baru mengumpulkan satu poin setelah satu kekalahan dan satu hasil imbang. Meski kompetisi masih berada pada tahap sangat awal, tambahan poin tetap penting bagi kedua tim untuk membangun momentum. Persita membutuhkan hasil positif agar dapat mempertahankan posisi sekaligus meningkatkan kepercayaan diri para pemain. Sementara itu, PSM berkepentingan mendapatkan kemenangan pertama agar tidak semakin tertinggal pada awal musim.
Pertemuan di Parepare karena itu menjadi ujian berikutnya bagi konsistensi Persita di bawah arahan Carlos Pena. Modal hasil positif pada dua pertandingan pertama dan catatan kemenangan atas PSM musim lalu memberikan kepercayaan diri, tetapi tim tamu tetap menghadapi lawan yang memiliki motivasi tinggi untuk bangkit. Pena telah menegaskan kemenangan sebelumnya hanya boleh digunakan sebagai tambahan kepercayaan diri dan bukan alasan untuk bersantai. Persita harus kembali menunjukkan disiplin, efektivitas dan konsentrasi apabila ingin mempertahankan tren positif. Di sisi lain, PSM akan berusaha memanfaatkan dukungan publik sendiri untuk mengakhiri penantian kemenangan pada awal musim. Duel kedua tim di Stadion Gelora B.J. Habibie pun menjadi kesempatan bagi Persita untuk membuktikan bahwa awal positif mereka dapat dipertahankan dalam laga tandang yang menantang.





