Jakarta, 20 September 2026 – Perkembangan Timnas Indonesia mendapatkan perhatian dari dua legenda sepak bola Asia Tenggara, Baihakki Khaizan dari Singapura dan Safiq Rahim dari Malaysia. Keduanya menilai skuad Garuda mengalami kemajuan signifikan dan kini memiliki materi pemain berkualitas untuk bersaing di kawasan ASEAN. Penilaian tersebut disampaikan dalam rangkaian Trophy Tour FIFA ASEAN Cup 2026 di Jakarta, Minggu (20/9/2026). Baihakki menyoroti upaya Indonesia memaksimalkan potensi pemain untuk memperkuat tim nasional. Sementara Safiq melihat kualitas skuad Indonesia saat ini telah mengalami perubahan dibandingkan beberapa tahun sebelumnya.
Baihakki mengatakan dirinya menghargai langkah yang dilakukan untuk membangun kekuatan baru Timnas Indonesia. Mantan bek Singapura yang memperkuat negaranya pada periode 2003 hingga 2021 itu melihat Indonesia memiliki semakin banyak pilihan pemain berkualitas. Menurutnya, perkembangan tersebut terlihat dari perjalanan Garuda yang sempat mendekati kesempatan tampil di Piala Dunia. Sebagai mantan pemain dari negara Asia Tenggara, Baihakki mengaku ikut mengapresiasi pencapaian Indonesia tersebut. Kemajuan Garuda juga dinilainya membuat persaingan sepak bola kawasan menjadi semakin menarik.
Pandangan serupa disampaikan Safiq Rahim yang pernah menjadi salah satu pemain penting Timnas Malaysia. Safiq melihat Indonesia sekarang diperkuat banyak pemain dengan kemampuan bagus, termasuk mereka yang mendapatkan pengalaman bermain di kompetisi Eropa. Kondisi tersebut membuat kualitas skuad Garuda semakin diperhitungkan menjelang turnamen regional. Menurut Safiq, perkembangan Indonesia juga menggambarkan peningkatan kualitas sepak bola yang tengah terjadi di sejumlah negara Asia Tenggara. Ia berharap persaingan antartim tetap berlangsung secara kompetitif di lapangan tanpa menghilangkan hubungan baik antarsesama negara kawasan.
Pernyataan Baihakki dan Safiq disampaikan ketika keduanya hadir bersama dua legenda Timnas Indonesia, Kurniawan Dwi Yulianto dan Ponaryo Astaman. Keempatnya memperkenalkan trofi FIFA ASEAN Cup 2026 dalam rangkaian Trophy Tour di Sarinah, Jakarta. Agenda tersebut digelar untuk memperkenalkan turnamen sekaligus meningkatkan antusiasme masyarakat menjelang pertandingan. Para mantan pemain juga membahas perkembangan kekuatan tim nasional di kawasan ASEAN. Kehadiran figur dari Indonesia, Malaysia, dan Singapura sekaligus menggambarkan rivalitas panjang ketiga negara dalam sepak bola regional.
Timnas Indonesia sendiri tengah mempersiapkan diri menghadapi FIFA ASEAN Cup 2026 dengan komposisi pemain yang dinilai cukup kuat. Kurniawan melihat pemain yang dipanggil pelatih John Herdman merupakan bagian dari materi terbaik yang tersedia, meskipun Jay Idzes belum dapat memperkuat tim karena cedera. Komposisi tersebut membuat Indonesia memiliki sejumlah pilihan untuk menyusun kekuatan di berbagai lini. Persiapan menjadi semakin penting karena jadwal turnamen menuntut setiap peserta menjalani pertandingan dalam rentang waktu relatif singkat. Kondisi fisik, kedalaman skuad, dan kemampuan melakukan rotasi karena itu akan menjadi bagian penting selama kompetisi.
Persaingan Indonesia dengan Malaysia dan Singapura juga akan menjadi salah satu bagian menarik dalam turnamen tersebut. Pelatih Malaysia Tan Cheng Hoe sebelumnya menyebut Indonesia sebagai salah satu tim yang harus diperhitungkan dalam persaingan grup. Malaysia sendiri sedang membangun kembali kekuatannya dengan memberikan kesempatan kepada sejumlah pemain muda. Singapura juga diperkirakan datang dengan persiapan yang matang sehingga pertemuan tim-tim Asia Tenggara tersebut tetap menghadirkan tantangan bagi Garuda. Selain persaingan regional, turnamen menjadi kesempatan setiap tim mengukur perkembangan mereka menuju agenda internasional berikutnya.
Pengakuan Baihakki dan Safiq menjadi gambaran meningkatnya perhatian terhadap perkembangan Timnas Indonesia menjelang FIFA ASEAN Cup 2026. Meski demikian, kualitas skuad tetap harus dibuktikan melalui performa dan hasil ketika pertandingan resmi berlangsung. Indonesia membutuhkan konsistensi permainan untuk menghadapi lawan yang memiliki karakter berbeda sepanjang turnamen. Kedalaman pemain yang tersedia memberikan lebih banyak pilihan bagi tim pelatih dalam menentukan strategi dan melakukan rotasi. Dengan persaingan sepak bola Asia Tenggara yang terus berkembang, FIFA ASEAN Cup 2026 menjadi salah satu panggung bagi Garuda untuk mengukur sejauh mana kemajuan tersebut dapat diterjemahkan menjadi hasil di lapangan.





