Jakarta, 10 September 2026 – Pasangan ganda campuran Indonesia Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah menyambut positif bonus besar yang disiapkan pemerintah bagi atlet peraih medali emas Asian Games 2026 Aichi-Nagoya, Jepang. Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menyampaikan peraih medali emas nomor perorangan akan mendapatkan bonus Rp3 miliar, angka yang jauh lebih besar dibandingkan penghargaan pada sejumlah ajang sebelumnya. Meski nominal tersebut menjadi tambahan motivasi, Amri/Nita tidak ingin menjadikannya sebagai tujuan utama ketika turun membawa nama Indonesia. Fokus keduanya tetap diarahkan pada penampilan terbaik dan upaya mendapatkan prestasi setinggi mungkin di Asian Games. Mereka memahami bonus baru dapat diperoleh apabila mampu melewati persaingan ketat dan meraih medali emas. Karena itu, persiapan teknis, fisik, mental, dan konsistensi permainan menjadi perhatian utama sebelum berangkat ke Jepang.
Amri/Nita termasuk dalam skuad bulu tangkis Indonesia yang dipersiapkan untuk Asian Games ke-20. Bagi keduanya, turnamen tersebut akan menghadirkan pengalaman berbeda karena mereka termasuk pemain yang akan menjalani debut pada pesta olahraga terbesar di Asia itu. Amri masuk dalam komposisi tim putra, sedangkan Nita menjadi bagian dari tim putri yang disiapkan untuk nomor beregu sebelum kemudian tampil di sektor perorangan. Pada nomor ganda campuran, Indonesia membawa Amri/Nita bersama Nikolaus Joaquin/Siti Fadia Silva Ramadhanti. Kehadiran dua pasangan tersebut diharapkan memberikan daya saing ketika menghadapi kekuatan utama Asia seperti China, Jepang, Korea Selatan, Malaysia, Thailand, dan sejumlah negara lainnya. Persaingan diperkirakan sangat ketat karena sebagian besar pasangan papan atas dunia berasal dari kawasan Asia.
Modal Amri/Nita menuju Asian Games cukup menjanjikan setelah mereka memperlihatkan perkembangan signifikan sepanjang musim 2026. Salah satu pencapaian terpenting terjadi pada Kejuaraan Dunia BWF 2026 di New Delhi, India, ketika keduanya berhasil menembus semifinal dan membawa pulang medali. Perjalanan mereka terhenti setelah melalui pertandingan ketat tiga gim menghadapi pasangan unggulan China Feng Yan Zhe/Huang Dong Ping dengan skor 22-20, 14-21, dan 20-22. Kekalahan tipis tersebut menunjukkan Amri/Nita memiliki kemampuan untuk bersaing dengan pasangan elite dunia. Sebelum mencapai semifinal, mereka juga mampu melewati sejumlah lawan kuat dalam perjalanan turnamen. Pengalaman tersebut menjadi modal berharga karena tekanan pada Asian Games diperkirakan tidak kalah besar dibandingkan Kejuaraan Dunia.
Pemerintah memberikan perhatian besar terhadap perjuangan kontingen Indonesia di Asian Games 2026. Saat melepas kontingen di Istana Negara pada Rabu, Presiden Prabowo menyampaikan bonus Rp3 miliar bagi atlet yang berhasil meraih medali emas nomor perorangan. Besaran itu meningkat dibandingkan bonus Rp1 miliar yang sebelumnya diberikan kepada peraih emas SEA Games. Pemerintah juga memastikan atlet peraih medali perak dan perunggu serta pelatih tetap akan memperoleh penghargaan, meskipun besarannya masih dalam perhitungan. Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menjelaskan angka Rp3 miliar secara khusus berlaku untuk emas perorangan. Untuk nomor beregu maupun kondisi atlet yang mendapatkan lebih dari satu medali, pemerintah masih menghitung skema pemberian bonus yang akan digunakan.
Bagi Amri/Nita, besarnya penghargaan tersebut tidak mengubah prioritas ketika memasuki lapangan. Bonus dipandang sebagai bentuk apresiasi pemerintah terhadap kerja keras atlet, tetapi prestasi tetap harus datang terlebih dahulu. Sikap tersebut sejalan dengan pesan Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga Taufik Hidayat kepada seluruh atlet Indonesia agar tidak menempatkan bonus sebagai tujuan sebelum pertandingan dimulai. Mantan juara Olimpiade itu mengingatkan bahwa bonus merupakan konsekuensi dari keberhasilan menghasilkan prestasi. Atlet karena itu diminta membangun pola pikir untuk mengejar kemenangan, bukan menghitung penghargaan finansial yang mungkin diterima. Pesan tersebut menjadi semakin relevan karena tekanan terhadap atlet dapat meningkat setelah pemerintah mengumumkan nominal bonus yang sangat besar.
Asian Games Aichi-Nagoya 2026 akan berlangsung mulai 19 September hingga awal Oktober dengan ratusan atlet Indonesia tampil pada berbagai cabang olahraga. Untuk bulu tangkis, pertandingan nomor beregu dijadwalkan berlangsung lebih dahulu pada 20-24 September. Setelah itu, persaingan dilanjutkan pada nomor perorangan mulai 25 hingga 29 September. Format tersebut membuat pemain yang turun pada beregu sekaligus perorangan harus mampu menjaga kondisi dalam periode pertandingan yang cukup panjang. Pengaturan beban latihan dan pemilihan turnamen sebelum Asian Games karena itu menjadi perhatian tim pelatih. PBSI berusaha memastikan para pemain mencapai kondisi terbaik tepat ketika kompetisi dimulai, bukan mengalami kelelahan akibat terlalu banyak pertandingan menjelang keberangkatan.
PBSI membawa 20 pebulu tangkis untuk memperkuat Indonesia, terdiri atas masing-masing 10 pemain putra dan putri. Sebanyak 13 pemain dalam skuad tersebut akan menjalani debut Asian Games, termasuk Amri dan Nita. Sementara tujuh pemain lainnya sudah memiliki pengalaman dari Asian Games sebelumnya, seperti Jonatan Christie, Fajar Alfian, Leo Rolly Carnando, Daniel Marthin, Putri Kusuma Wardani, Febriana Dwipuji Kusuma, dan Siti Fadia Silva Ramadhanti. Perpaduan pemain berpengalaman dengan debutan diharapkan mampu memberikan keseimbangan bagi tim Indonesia. Pemain senior dapat membantu menjaga ketenangan tim ketika menghadapi tekanan, sedangkan pemain yang baru pertama tampil di Asian Games membawa energi dan ambisi besar. Amri/Nita berada di antara pemain yang diharapkan mampu memanfaatkan momentum perkembangan performa mereka sepanjang tahun ini.
Ketua Umum PBSI Muhammad Fadil Imran menyatakan target yang diberikan untuk cabang bulu tangkis adalah satu medali emas, dengan nomor beregu putra menjadi salah satu tumpuan utama. Tim beregu putra diperkuat Jonatan Christie, Alwi Farhan, Moh Zaki Ubaidillah, Muhamad Yusuf, Fajar Alfian, Muhammad Shohibul Fikri, Leo Rolly Carnando, Daniel Marthin, Nikolaus Joaquin, dan Amri Syahnawi. Menurut Fadil, persiapan tim sejauh ini berlangsung tanpa kendala berarti. Tantangan yang harus dikelola adalah pemilihan turnamen agar pemain tidak mengalami kelelahan sebelum Asian Games. Kondisi puncak pada saat pertandingan menjadi hal penting karena selisih kualitas antarpemain papan atas Asia relatif tipis. Kesalahan kecil dalam pertandingan dapat menentukan keberhasilan sebuah tim atau pasangan untuk melanjutkan perjalanan menuju medali.
Pada sektor ganda campuran, pencapaian Amri/Nita di Kejuaraan Dunia membuat ekspektasi terhadap mereka meningkat. Namun, keduanya tetap membutuhkan konsistensi karena Asian Games memiliki karakter berbeda dengan turnamen reguler BWF. Pemain tidak hanya membawa target pribadi atau pasangan, tetapi juga menghadapi tekanan karena setiap medali diperhitungkan dalam posisi Indonesia pada klasemen akhir. Faktor mental karena itu akan menjadi bagian penting selain kemampuan teknis di lapangan. Amri/Nita perlu mempertahankan pola permainan agresif sekaligus mengurangi kesalahan sendiri ketika menghadapi pasangan unggulan. Pengalaman menjalani pertandingan ketat di Kejuaraan Dunia dapat membantu mereka mengelola situasi ketika skor berlangsung rapat. Hasil tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa peluang bersaing dengan pasangan papan atas tetap terbuka apabila keduanya mampu mempertahankan performa terbaik.
Bonus Rp3 miliar pada akhirnya menjadi tambahan motivasi, tetapi Amri/Nita memilih tidak membiarkan nominal tersebut mengalihkan perhatian dari tugas utama mereka di lapangan. Target terdekat adalah mempersiapkan kondisi sebaik mungkin sebelum pertandingan dimulai dan menjalani setiap laga secara bertahap. Asian Games menjadi kesempatan penting bagi keduanya untuk melanjutkan perkembangan setelah pencapaian medali Kejuaraan Dunia sekaligus memberikan kontribusi kepada kontingen Indonesia. Pemerintah telah memberikan apresiasi besar bagi atlet yang mampu mencapai podium tertinggi, sementara PBSI berusaha memastikan seluruh pemain berangkat dalam kondisi kompetitif. Bagi Amri/Nita, penghargaan finansial akan mengikuti apabila prestasi berhasil diwujudkan, bukan menjadi alasan utama untuk bertanding. Dengan persaingan yang diperkirakan sangat ketat di Aichi-Nagoya, fokus, ketenangan, dan kemampuan mempertahankan performa pada setiap pertandingan akan menjadi faktor yang lebih menentukan dibandingkan besarnya bonus yang menanti di akhir perjuangan.






