Banjarmasin, 31 Agustus 2026 – Balai Kesehatan Olahraga Masyarakat (BKOM) Kalimantan Selatan mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kesehatan yang muncul akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi udara yang kurang baik akibat paparan asap membuat warga disarankan menggunakan masker, terutama ketika harus beraktivitas di luar ruangan. Imbauan tersebut disampaikan sebagai langkah pencegahan untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat menghirup udara yang tercemar asap kebakaran. Selain penggunaan masker, masyarakat juga diminta menjaga kondisi tubuh dengan mengonsumsi vitamin dan tetap memperhatikan kebutuhan istirahat. BKOM Kalsel bahkan menyiapkan stok masker yang dapat dibagikan secara gratis kepada masyarakat sebagai bagian dari upaya perlindungan kesehatan publik.
Kepala Seksi Pelayanan BKOM Kalsel M. Reno Mirza Samara mengatakan penggunaan masker merupakan langkah sederhana yang dapat dilakukan masyarakat ketika kondisi udara di luar rumah mulai tidak mendukung. Menurutnya, perlindungan terhadap saluran pernapasan perlu menjadi perhatian karena asap karhutla dapat menyebar ke wilayah permukiman dan kawasan aktivitas warga. Masyarakat yang harus bepergian atau melakukan kegiatan di luar ruangan diharapkan tidak mengabaikan kondisi udara dan menggunakan perlindungan yang tersedia. BKOM juga secara berkala membagikan masker kepada masyarakat di sejumlah lokasi sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi kesehatan warga. Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa pencegahan sejak awal lebih penting dilakukan ketika kualitas udara mulai menurun.
Ancaman kesehatan akibat asap karhutla menjadi perhatian karena paparan udara tercemar dapat memengaruhi sistem pernapasan, terutama apabila masyarakat berada dalam kondisi tersebut dalam waktu cukup lama. Pemerintah daerah sebelumnya juga telah mengingatkan warga di kawasan terdampak agar menggunakan masker serta segera memeriksakan diri apabila mengalami keluhan kesehatan, khususnya gejala infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA. Kondisi tersebut membuat masyarakat perlu lebih memperhatikan kelompok yang memiliki risiko lebih tinggi terhadap gangguan akibat polusi udara, termasuk anak-anak, lanjut usia, serta warga yang memiliki masalah pernapasan. Selain mengurangi paparan langsung, masyarakat juga dianjurkan membatasi aktivitas di luar ruangan ketika asap sedang pekat. Upaya menjaga kesehatan menjadi semakin penting selama kondisi karhutla masih menimbulkan asap di sejumlah wilayah Kalimantan Selatan.
BKOM Kalsel juga mengingatkan bahwa menjaga kebugaran tetap dapat dilakukan meskipun kondisi udara di luar ruangan sedang kurang mendukung. Masyarakat dapat memilih kegiatan olahraga di dalam ruangan sebagai alternatif untuk menghindari paparan asap ketika melakukan aktivitas fisik. Fasilitas BKOM Kalsel menyediakan sejumlah kegiatan olahraga, antara lain fitness, zumba, dan senam yang dapat dimanfaatkan masyarakat umum. Pilihan tersebut memungkinkan warga tetap menjalankan aktivitas untuk menjaga kebugaran tanpa harus berolahraga di ruang terbuka yang kualitas udaranya sedang menurun. Dengan menyesuaikan jenis kegiatan terhadap kondisi lingkungan, masyarakat diharapkan tetap dapat menjaga kesehatan sekaligus mengurangi risiko terpapar asap karhutla.
Kondisi kabut asap yang berkaitan dengan karhutla juga telah mendorong berbagai pihak meningkatkan upaya perlindungan kesehatan masyarakat. Pemerintah daerah dan sejumlah instansi melakukan pembagian masker di beberapa kawasan yang terdampak sebagai langkah untuk mengurangi paparan asap kepada warga. Masyarakat diminta tidak menganggap ringan kondisi udara karena asap kebakaran dapat membawa partikel dan zat yang berpotensi mengganggu saluran pernapasan. Dinas Kesehatan Kalsel juga mengingatkan warga agar tidak memaksakan aktivitas di luar rumah ketika kabut asap cukup pekat dan menyarankan masyarakat memperhatikan kondisi kualitas udara sebelum melakukan kegiatan. Apabila keluhan seperti batuk atau gangguan pernapasan terus berlangsung atau semakin berat, warga diminta segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan untuk memperoleh pemeriksaan.
Imbauan mengenai penggunaan masker juga sejalan dengan perhatian pemerintah terhadap potensi peningkatan gangguan kesehatan selama periode karhutla. Paparan partikel halus yang terdapat dalam asap dapat masuk ke saluran pernapasan dan berpotensi meningkatkan risiko masalah kesehatan, terutama bagi kelompok rentan. Karena itu, perlindungan diri tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah melalui penyediaan layanan kesehatan dan pembagian masker, tetapi juga membutuhkan kesadaran masyarakat dalam mengurangi paparan. Kebiasaan menggunakan masker ketika berada di luar ruangan, memperbanyak konsumsi air putih, mengonsumsi makanan bergizi, serta mencukupi waktu istirahat menjadi bagian dari langkah yang dapat dilakukan warga. Kesadaran tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat menghadapi kondisi udara yang belum sepenuhnya membaik akibat aktivitas karhutla.
BKOM Kalsel pada akhirnya mengajak masyarakat tetap aktif menjaga kesehatan dengan mempertimbangkan kondisi lingkungan sebelum melakukan aktivitas. Penggunaan masker menjadi salah satu bentuk perlindungan yang dapat diterapkan ketika masyarakat harus beraktivitas di tengah udara yang dipengaruhi asap karhutla, sementara kegiatan olahraga dapat dialihkan ke ruangan tertutup apabila kondisi udara luar tidak memungkinkan. Masyarakat juga diharapkan segera mencari pertolongan medis apabila mulai merasakan gangguan kesehatan setelah terpapar asap. Upaya pencegahan tersebut penting dilakukan bersamaan dengan penanganan karhutla agar dampak yang dirasakan masyarakat tidak berkembang menjadi persoalan kesehatan yang lebih luas. Selama ancaman asap masih muncul, kewaspadaan, kedisiplinan menjaga kesehatan, dan kemampuan menyesuaikan aktivitas dengan kondisi udara menjadi langkah penting untuk melindungi diri dan keluarga.





