Medan, 30 April 2026 – Video yang menampilkan seorang perwira polisi berinisial Kompol DK viral di media sosial karena diduga memperlihatkan tindakan tidak pantas, termasuk penggunaan vape yang dicurigai mengandung narkoba serta dugaan tindak asusila. Menanggapi hal tersebut, Kepolisian Daerah Sumatera Utara memberikan klarifikasi resmi.
Polda Sumut menyatakan bahwa video yang beredar merupakan rekaman lama yang terjadi pada tahun sebelumnya. Selain itu, hasil pemeriksaan terbaru menunjukkan bahwa yang bersangkutan tidak terbukti menggunakan narkoba, berdasarkan hasil tes urine yang dinyatakan negatif.
“Kami sudah melakukan pemeriksaan dan hasilnya negatif. Video yang beredar juga bukan kejadian baru,” ujar perwakilan Polda Sumut dalam keterangan kepada media.
Meski demikian, pihak kepolisian tetap melakukan pendalaman terkait dugaan pelanggaran etik yang mungkin terjadi dalam video tersebut. Pemeriksaan internal dilakukan untuk memastikan apakah ada tindakan yang melanggar kode etik profesi kepolisian.
Kasus ini menjadi perhatian publik karena melibatkan aparat penegak hukum. Polda Sumut menegaskan komitmennya untuk bersikap transparan dan profesional dalam menangani setiap laporan, termasuk yang menyangkut anggotanya sendiri.
Di sisi lain, kepolisian juga mengimbau masyarakat agar tidak langsung menyimpulkan isi video yang beredar tanpa verifikasi. Penyebaran informasi yang tidak akurat berpotensi menimbulkan kesalahpahaman dan merugikan pihak tertentu.
Pengamat kepolisian menilai bahwa klarifikasi cepat seperti ini penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap institusi. Namun, proses pemeriksaan internal tetap harus dilakukan secara objektif dan terbuka.
Saat ini, proses klarifikasi dan pemeriksaan masih berlangsung. Polda Sumut memastikan akan menyampaikan hasil akhir kepada publik setelah seluruh proses selesai dilakukan.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kehati-hatian dalam menyebarkan informasi di era digital, sekaligus menegaskan bahwa setiap dugaan pelanggaran harus ditangani melalui mekanisme yang berlaku.


