Jakarta, 24 Mei 2026 – Pemadaman listrik yang sempat terjadi hingga hampir 24 jam di sejumlah wilayah Kota Medan memicu keluhan besar dari pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah atau UMKM yang mengaku mengalami kerugian cukup serius akibat terhentinya aktivitas usaha. Banyak pedagang makanan, pemilik warung, usaha minuman, hingga toko kecil mengaku kesulitan beroperasi karena peralatan listrik tidak dapat digunakan selama pemadaman berlangsung. Pengamat ekonomi kerakyatan menjelaskan bahwa UMKM merupakan sektor yang sangat rentan terhadap gangguan infrastruktur dasar seperti listrik karena sebagian besar pelaku usaha kecil bergantung pada operasional harian untuk memperoleh penghasilan langsung guna memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Sejumlah pedagang di Medan mengaku kehilangan pemasukan karena pelanggan berkurang drastis saat listrik padam berlangsung lama. Beberapa usaha makanan dan minuman bahkan terpaksa membuang bahan baku yang rusak akibat lemari pendingin tidak berfungsi selama berjam-jam. Pengamat bisnis UMKM menjelaskan bahwa usaha kecil umumnya tidak memiliki cadangan modal besar ataupun fasilitas pendukung seperti genset sehingga gangguan listrik berkepanjangan dapat langsung memukul arus kas harian mereka. Banyak pelaku UMKM bekerja dengan pola pemasukan harian yang digunakan langsung untuk kebutuhan keluarga, sehingga satu hari tanpa penjualan saja sudah memberi dampak cukup berat terhadap kondisi ekonomi mereka.
Selain sektor kuliner, pemadaman listrik juga disebut mengganggu usaha laundry, percetakan, bengkel, hingga toko digital yang bergantung pada jaringan internet dan perangkat elektronik. Pengamat ekonomi daerah menjelaskan bahwa di era modern, hampir seluruh aktivitas usaha kecil kini terhubung dengan listrik dan sistem digital, mulai dari pembayaran elektronik hingga promosi daring. Karena itu, gangguan listrik tidak hanya menghentikan aktivitas produksi, tetapi juga menghambat komunikasi usaha dan pelayanan kepada pelanggan. Dalam beberapa kasus, pemadaman panjang juga membuat pelaku usaha kehilangan kepercayaan pelanggan karena tidak mampu memenuhi pesanan tepat waktu.
Di sisi lain, keluhan masyarakat terkait pemadaman listrik massal kembali memunculkan perhatian terhadap pentingnya ketahanan infrastruktur energi di wilayah perkotaan besar. Pengamat kebijakan publik menjelaskan bahwa kota seperti Medan memiliki aktivitas ekonomi padat sehingga gangguan listrik berkepanjangan dapat berdampak luas terhadap sektor usaha, pendidikan, layanan kesehatan, hingga aktivitas rumah tangga. Karena itu, masyarakat berharap investigasi dan perbaikan sistem kelistrikan dilakukan secara serius agar kejadian serupa tidak kembali terulang, terutama di tengah kondisi ekonomi yang masih menantang bagi banyak pelaku usaha kecil.
Pelaku UMKM berharap ada perhatian dan solusi konkret agar gangguan listrik tidak terus berdampak pada keberlangsungan usaha mereka. Banyak pedagang mengaku hanya bergantung pada hasil jualan harian untuk memenuhi kebutuhan keluarga sehingga pemadaman panjang sangat memengaruhi kondisi ekonomi rumah tangga mereka. Pengamat ekonomi menilai keberlangsungan UMKM sangat penting bagi perekonomian daerah karena sektor ini menjadi sumber penghidupan jutaan masyarakat sekaligus penggerak utama ekonomi lokal. Dengan perbaikan infrastruktur listrik yang lebih stabil dan respons cepat terhadap gangguan, pelaku usaha kecil diharapkan dapat kembali menjalankan aktivitas ekonomi mereka secara normal tanpa kekhawatiran kehilangan penghasilan akibat pemadaman berkepanjangan.






