Jakarta, 23 Mei 2026 – Pemadaman listrik yang berlangsung hingga sekitar 19 jam di sejumlah wilayah Kota Medan memicu keluhan luas dari masyarakat dan pelaku usaha kecil yang terdampak langsung oleh gangguan tersebut. Banyak warga mengaku kesulitan menjalankan aktivitas sehari-hari karena aliran listrik belum juga kembali normal, sementara sejumlah pelaku UMKM terpaksa menutup usaha mereka akibat tidak dapat beroperasi tanpa pasokan listrik. Kondisi tersebut menjadi perhatian besar karena pemadaman berkepanjangan tidak hanya mengganggu kenyamanan masyarakat, tetapi juga berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi lokal. Pengamat ketenagalistrikan menjelaskan bahwa gangguan listrik dalam durasi panjang di kota besar seperti Medan dapat memicu efek berantai terhadap sektor perdagangan, komunikasi, hingga layanan publik yang kini sangat bergantung pada stabilitas pasokan energi.
Sejumlah kawasan yang terdampak dilaporkan mengalami aktivitas ekonomi yang melambat sejak listrik padam. Warung makan, toko minuman dingin, usaha laundry, hingga pelaku usaha berbasis internet disebut menjadi kelompok yang paling merasakan dampak karena seluruh operasional bergantung pada perangkat elektronik dan pendingin. Banyak pelaku UMKM mengaku mengalami kerugian akibat bahan makanan rusak, transaksi terhambat, hingga pelanggan yang memilih tidak datang selama kondisi listrik belum stabil. Pengamat ekonomi daerah menjelaskan bahwa UMKM merupakan sektor paling rentan terhadap gangguan infrastruktur karena sebagian besar usaha kecil tidak memiliki sumber listrik cadangan seperti genset untuk menopang operasional dalam waktu lama.
Di sisi lain, warga juga mengeluhkan berbagai persoalan selama pemadaman berlangsung, mulai dari gangguan jaringan internet, kesulitan memperoleh air di rumah yang menggunakan pompa listrik, hingga suhu ruangan yang panas akibat alat pendingin tidak dapat digunakan. Beberapa masyarakat bahkan memilih keluar rumah atau berkumpul di tempat yang masih memiliki akses listrik untuk mengisi daya perangkat komunikasi mereka. Pengamat sosial perkotaan menjelaskan bahwa ketergantungan masyarakat modern terhadap listrik kini semakin tinggi karena hampir seluruh aktivitas harian terhubung dengan perangkat elektronik dan layanan digital. Karena itu, pemadaman berkepanjangan dapat memicu tekanan sosial dan psikologis yang cukup besar di tengah aktivitas kota yang padat.
Pihak PLN disebut masih melakukan upaya penanganan dan pemulihan jaringan untuk mengembalikan pasokan listrik secara bertahap di wilayah terdampak. Gangguan disebut berkaitan dengan kendala pada sistem distribusi yang memerlukan proses teknis lebih lanjut agar jaringan dapat kembali stabil sepenuhnya. Pengamat infrastruktur energi menjelaskan bahwa proses pemulihan di wilayah padat penduduk memang membutuhkan kehati-hatian karena sistem distribusi listrik harus dipastikan aman sebelum dialirkan kembali secara penuh. Selain perbaikan teknis, komunikasi terbuka kepada masyarakat juga dinilai penting agar warga memperoleh kepastian informasi terkait estimasi pemulihan listrik.
Pemadaman listrik berkepanjangan di Medan menunjukkan betapa pentingnya keandalan infrastruktur energi bagi kehidupan masyarakat dan aktivitas ekonomi perkotaan. Ketika listrik terganggu dalam waktu lama, dampaknya tidak hanya dirasakan rumah tangga, tetapi juga langsung memengaruhi keberlangsungan usaha kecil yang menjadi tulang punggung ekonomi lokal. Pengamat energi menilai peningkatan kualitas jaringan dan kesiapan penanganan gangguan harus terus diperkuat agar kejadian serupa tidak terus berulang dan merugikan masyarakat dalam skala luas.







