Medan, 10 Juni 2026 – Kenaikan harga bahan bakar minyak jenis Pertamax mulai dirasakan dampaknya oleh para pengemudi ojek online di Kota Medan. Di tengah persaingan yang semakin ketat dan biaya operasional yang terus meningkat, banyak pengemudi kini menghadapi dilema baru dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Di satu sisi, mereka perlu bekerja lebih lama untuk menutupi tambahan pengeluaran akibat kenaikan harga bahan bakar. Namun di sisi lain, bekerja hingga larut malam dianggap memiliki risiko yang tidak kecil karena meningkatnya kekhawatiran terhadap tindak kriminalitas di sejumlah wilayah. Kondisi tersebut membuat sebagian pengemudi harus menghitung ulang strategi kerja mereka agar tetap memperoleh pendapatan yang cukup tanpa mengabaikan faktor keselamatan pribadi. Situasi ini menjadi gambaran nyata bagaimana perubahan biaya hidup dapat memengaruhi kelompok pekerja yang sangat bergantung pada mobilitas dan aktivitas lapangan.
Bagi sebagian besar pengemudi ojek online, bahan bakar merupakan salah satu komponen biaya operasional terbesar yang harus dikeluarkan setiap hari. Ketika harga BBM mengalami kenaikan, dampaknya langsung terasa terhadap jumlah pendapatan bersih yang dapat dibawa pulang. Banyak pengemudi mengaku harus mengalokasikan dana lebih besar untuk mengisi bahan bakar dibandingkan sebelumnya. Sementara itu, tarif layanan yang diterima dari aplikasi tidak selalu mengalami penyesuaian dengan cepat mengikuti perubahan biaya operasional. Akibatnya, selisih antara pemasukan dan pengeluaran menjadi semakin kecil. Kondisi tersebut membuat sebagian pengemudi merasa harus bekerja lebih lama agar target pendapatan harian tetap dapat tercapai seperti sebelumnya.
Di Medan, aktivitas ojek online pada malam hari selama ini dikenal sebagai salah satu periode yang cukup menjanjikan dari sisi jumlah pesanan. Permintaan layanan antar makanan, transportasi, maupun pengiriman barang cenderung tetap tinggi hingga larut malam, terutama di kawasan pusat kota dan area komersial. Namun peluang tersebut tidak selalu sejalan dengan rasa aman yang dirasakan para pengemudi. Sejumlah pengemudi mengaku masih khawatir terhadap kemungkinan menjadi korban tindak kriminal ketika harus melayani pesanan pada jam-jam tertentu. Kekhawatiran tersebut semakin terasa ketika pesanan mengarah ke lokasi yang relatif sepi atau kurang dikenal oleh pengemudi. Dalam kondisi seperti itu, keputusan untuk terus bekerja hingga malam hari sering kali menjadi pertimbangan yang tidak mudah.
Para pengemudi menilai bahwa keselamatan merupakan faktor yang tidak dapat dikompromikan meskipun kebutuhan ekonomi semakin mendesak. Banyak di antara mereka yang memilih membatasi jam kerja setelah waktu tertentu untuk mengurangi risiko. Keputusan tersebut tentu berdampak pada potensi pendapatan yang bisa diperoleh setiap harinya. Sebagian lainnya tetap memilih bekerja hingga larut malam, tetapi dengan berbagai langkah antisipasi seperti menghindari rute tertentu, memilih lokasi menunggu yang lebih ramai, atau berkomunikasi dengan sesama pengemudi mengenai kondisi keamanan di lapangan. Langkah-langkah tersebut menunjukkan bagaimana para pekerja sektor informal harus terus beradaptasi dengan berbagai tantangan yang muncul dalam aktivitas sehari-hari.
Pengamat ekonomi perkotaan menilai bahwa kelompok pekerja berbasis layanan digital seperti pengemudi ojek online termasuk yang paling sensitif terhadap perubahan harga energi. Berbeda dengan pekerja yang memiliki gaji tetap, pendapatan pengemudi sangat bergantung pada jumlah perjalanan yang berhasil diselesaikan setiap hari. Ketika biaya operasional meningkat, mereka harus mencari cara untuk menjaga keseimbangan antara pengeluaran dan pendapatan. Dalam banyak kasus, solusi yang paling umum dilakukan adalah memperpanjang jam kerja. Namun pendekatan tersebut memiliki batas karena faktor kesehatan, keselamatan, dan kondisi fisik juga perlu diperhitungkan. Situasi inilah yang membuat kenaikan harga bahan bakar sering kali memberikan dampak yang lebih besar terhadap pekerja sektor transportasi dibandingkan kelompok masyarakat lainnya.
Selain faktor biaya bahan bakar, para pengemudi juga menghadapi berbagai pengeluaran lain yang terus meningkat. Perawatan kendaraan, biaya servis rutin, penggantian suku cadang, hingga kebutuhan sehari-hari menjadi komponen yang harus diperhitungkan dalam pengelolaan keuangan mereka. Dalam kondisi ekonomi yang penuh tantangan, setiap kenaikan biaya operasional dapat memengaruhi kemampuan mereka memenuhi kebutuhan keluarga. Banyak pengemudi mengaku harus lebih selektif dalam mengatur pengeluaran dan mencari cara untuk menghemat biaya di berbagai aspek kehidupan. Kondisi ini memperlihatkan bahwa dampak kenaikan harga BBM tidak hanya berhenti pada sektor transportasi, tetapi juga merembet ke berbagai aspek ekonomi rumah tangga.
Dari sisi keamanan, sejumlah pihak menilai bahwa perlindungan terhadap pekerja transportasi daring perlu terus diperkuat. Pengemudi ojek online termasuk kelompok yang bekerja langsung di ruang publik dan sering kali harus berpindah dari satu lokasi ke lokasi lain tanpa mengetahui kondisi yang akan mereka hadapi. Karena itu, isu keamanan menjadi bagian penting yang tidak dapat dipisahkan dari pembahasan mengenai kesejahteraan mereka. Berbagai upaya seperti peningkatan patroli, pemanfaatan teknologi pelacakan, hingga penguatan koordinasi antar pemangku kepentingan dinilai dapat membantu menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman bagi para pengemudi. Keamanan yang lebih baik tidak hanya memberikan rasa tenang, tetapi juga memungkinkan mereka menjalankan aktivitas ekonomi secara lebih optimal.
Kalangan akademisi melihat bahwa fenomena yang terjadi di Medan mencerminkan tantangan yang dihadapi banyak pekerja sektor informal di berbagai kota besar. Mereka berada pada posisi yang sangat dipengaruhi oleh perubahan harga kebutuhan pokok dan biaya operasional, sementara kemampuan untuk menyesuaikan pendapatan sering kali terbatas. Dalam situasi seperti ini, kebijakan ekonomi dan kondisi keamanan memiliki keterkaitan yang sangat erat terhadap kesejahteraan masyarakat. Ketika biaya hidup meningkat dan risiko di lapangan tetap tinggi, kelompok pekerja berpendapatan harian menjadi pihak yang paling cepat merasakan dampaknya. Oleh karena itu, berbagai kebijakan yang berkaitan dengan transportasi, energi, dan keamanan perlu mempertimbangkan kondisi nyata yang dihadapi kelompok pekerja tersebut.
Di tengah berbagai tantangan yang ada, para pengemudi ojek online tetap berusaha mempertahankan aktivitas mereka sebagai sumber penghidupan utama. Banyak yang mengaku tidak memiliki banyak pilihan selain terus bekerja dan menyesuaikan diri dengan perubahan kondisi yang terjadi. Semangat untuk memenuhi kebutuhan keluarga menjadi alasan utama yang membuat mereka tetap bertahan meskipun menghadapi tekanan biaya operasional dan kekhawatiran terhadap keamanan. Ketangguhan tersebut menunjukkan peran penting sektor transportasi daring dalam mendukung kehidupan ekonomi masyarakat perkotaan, sekaligus memperlihatkan berbagai tantangan yang masih perlu mendapat perhatian lebih lanjut.
Ke depan, keseimbangan antara kebutuhan ekonomi dan faktor keselamatan diperkirakan akan tetap menjadi isu utama bagi para pengemudi ojek online di Medan maupun daerah lain. Kenaikan harga bahan bakar membuat kebutuhan untuk meningkatkan pendapatan semakin mendesak, sementara risiko keamanan di lapangan tetap menjadi pertimbangan yang tidak bisa diabaikan. Banyak pihak berharap adanya solusi yang mampu membantu meringankan beban operasional sekaligus meningkatkan rasa aman bagi para pekerja transportasi daring. Dengan dukungan kebijakan yang tepat, perbaikan kondisi keamanan, dan peningkatan kesejahteraan pekerja, diharapkan para pengemudi dapat menjalankan aktivitasnya dengan lebih tenang serta tetap memperoleh penghasilan yang layak di tengah berbagai tantangan ekonomi yang terus berkembang.





